Allahumma
Shalli 'Ala Sayyidina Muhammad Wa'ala Alihi Sayyidina Muhammad
Kita sebagai
umatnya sudah selayaknya untuk mengenal Nabinya, mengenal dari segi lahir dan
batin, tidak ada yang lebih kenal dengan Rosullullah SAW kecuali Tuhanya Yaitu
Allah SWT. Untuk itu Kita akan terus berusaha dan berupaya untuk mengenal beliau lebih dalam lagi. Sebelumnya
kita telah banyak mendengar bagaimana Rasulullah melalui berbagai sumber.
Melalui ayat-ayat suci Al-Qur’an, melalu orang-orang terdekatnya bahkan melalui
lisan suci Nabi sendiri.
Kali ini
kita akan kembali mencari ayat-ayat yang menjelaskan keagungan beliau. Karena
tidak ada yang lebih mengenal Nabi Muhammad melebihi Penciptanya, Allah swt.
1. Ahlaknya
yang Agung
wa innaka
la'ala khuluqin 'adzim
"Dan
sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. " (QS. Al-Qalam
: 4)
2.
Nabi Muhammad saw jauh dari sifat keras dan
kasar.
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّهِ لِنتَ
لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظّاً غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ
“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah
lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar,
tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu.” (QS.Ali Imran:159)
3.
Mau
mendengarkan siapapun yang berbicara.
وَمِنْهُمُ الَّذِينَ يُؤْذُونَ
النَّبِيَّ وَيِقُولُونَ هُوَ أُذُنٌ قُلْ أُذُنُ خَيْرٍ لَّكُمْ يُؤْمِنُ
بِاللّهِ وَيُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِينَ وَرَحْمَةٌ لِّلَّذِينَ آمَنُواْ مِنكُمْ
وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ رَسُولَ اللّهِ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Dan di antara mereka (orang munafik) ada orang-orang yang
menyakiti hati Nabi (Muhammad) dan mengatakan, “Nabi mempercayai semua apa yang
didengarnya.” Katakanlah, “Dia mempercayai semua yang baik bagi kamu, dia
beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang Mukmin, dan menjadi rahmat bagi
orang-orang yang beriman di antara kamu.” Dan orang-orang yang menyakiti
Rasulullah akan mendapat azab yang pedih. (QS.At-Taubah:61)
4.
Membimbing
ke jalan yang lurus.
وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَى صِرَاطٍ
مُّسْتَقِيمٍ
“Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada
jalan yang lurus.”
(QS.Asy-Syura:52)
5.
Sangat
penyabar ketika membimbing manusia.
وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلاَّ
بِاللّهِ
“Dan bersabarlah (Muhammad) dan kesabaranmu itu semata-mata
dengan pertolongan Allah.”
(QS.An-Nahl:127)
6.
Sebagian Sifatnya dalam Kitab Taurat dan
Injil :
a. Menyeru
kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran.
يَأْمُرُهُم بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ
عَنِ الْمُنكَرِ
“Yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari
yang mungkar.”
(QS.Al-A’raf:157)
b. Menghalalkan
yang baik dan mengharamkan yang buruk.
وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ
وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَآئِثَ
“Dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan
mengharamkan segala yang buruk bagi mereka.” (QS.Al-A’raf:157)
c. Melepaskan kebiasaan buruk
dari bangsa Jahiliyah.
وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ
وَالأَغْلاَلَ
“Dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada
pada mereka.”
(QS.Al-A’raf:157)
7.
lmunya
begitu dalam dan luas.
وَأَنزَلَ اللّهُ عَلَيْكَ الْكِتَابَ
وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُ وَكَانَ فَضْلُ اللّهِ
عَلَيْكَ عَظِيماً
“Dan Allah telah Menurunkan Kitab (al-Quran) dan Hikmah
(Sunnah) kepadamu, dan telah Mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau
ketahui. Karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar.” (QS.An-Nisa’:113)
8.
Pemilik telaga Kautsar.
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ
“Sungguh, Kami telah Memberimu (Muhammad) nikmat yang
banyak.”
(QS.Al-Kautsar:1)
9.
Makhluk
pertama yang menyembah Allah.
قُلْ إِن كَانَ لِلرَّحْمَنِ وَلَدٌ
فَأَنَا أَوَّلُ الْعَابِدِينَ
Katakanlah (Muhammad), “Jika benar Tuhan Yang Maha Pengasih
mempunyai anak, maka akulah orang yang pertama menyembah.” (QS.Az-Zukhruf:81)
10.
Rasulullah
harus lebih diutamakan dari diri kita sendiri.
النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ
مِنْ أَنفُسِهِمْ
“Nabi itu lebih utama bagi orang-orang Mukmin dibandingkan
diri mereka sendiri.” (QS.Al-Ahzab:6)
11.
Istri-istrinya adalah ibu dari kaum mukminin.
النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ
مِنْ أَنفُسِهِمْ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ
“Nabi itu lebih utama bagi orang-orang Mukmin dibandingkan
diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka.” (QS.Al-Ahzab:6)
12.
Dia
adalah cahaya.
قَدْ جَاءكُم مِّنَ اللّهِ نُورٌ
وَكِتَابٌ مُّبِينٌ
“Sungguh, telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab
yang menjelaskan.”
(QS.Al-Ma’idah:15)
13.
Cahaya
yang menerangi Alam.
وَدَاعِياً إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ
وَسِرَاجاً مُّنِيراً
“Dan untuk menjadi penyeru kepada (agama) Allah dengan
izin-Nya dan sebagai cahaya yang menerangi.” (QS.Al-Ahzab:46)
14.
Dididik
langsung oleh Allah swt.
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ
وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
“Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf,
serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.” (QS.Al-A’raf:199)
*dan
banyak ayat-ayat lainnya.
15.
Tidak
ada pilihan lain dihadapan ketentuannya.
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا
مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْراً أَن يَكُونَ لَهُمُ
الْخِيَرَةُ
“Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang Mukmin dan
perempuan yang Mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah Menetapkan suatu
ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka.” (QS.Al-Ahzab:36)
16.
Tidak
disebut mukmin sebelum rela terhadap keputusannya.
فَلاَ وَرَبِّكَ لاَ يُؤْمِنُونَ
حَتَّىَ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لاَ يَجِدُواْ فِي
أَنفُسِهِمْ حَرَجاً مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُواْ تَسْلِيماً
“Maka demi Tuhan-mu, mereka tidak beriman sebelum mereka
menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka
perselisihkan, (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka
terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS.An-Nisa’:65)
17.
Para Nabi beriman kepadanya dan akan
menjadi penolongnya.
وَإِذْ أَخَذَ اللّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّيْنَ
لَمَا آتَيْتُكُم مِّن كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَاءكُمْ رَسُولٌ مُّصَدِّقٌ
لِّمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنصُرُنَّهُ
Dan (ingatlah), ketika Allah Mengambil perjanjian dari para
nabi, “Manakala Aku Memberikan kitab dan hikmah kepadamu lalu datang kepada
kamu seorang Rasul yang membenarkan apa yang ada pada kamu, niscaya kamu akan
sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.” (QS.Ali Imran:81)
18.
Allah
Meninggikan namanya.
وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ -٤-
“Dan Kami Tinggikan sebutan (nama)mu bagimu.” (QS.Asy-Syarh:4)
Inilah
sekilas ayat-ayat Al-Quran yang mengenalkan keagungan Nabi Muhammad SAW kepada seluruh
umat manusia. Semakin kita kenal dan dekat dengan Nabi Muhammad berarti kita semakin
dekat dengan Allah swt. Karena satu-satunya jalan untuk mendekat dan akrab
dengan Allah SWT adalah melalui
kekasih-Nya, yaitu.. Muhammad Al-Mustofa saw. Allahumma Shalli 'Ala Sayyidina
Muhammad Wa'ala Alihi Sayyidina Muhammad

0 Response to "Mengenal Rasulullah SAW Lebih dalam Melalui Ayat Suci Al-Qur’an"
Posting Komentar