Dasar pijakan untuk akhlak mulia
adalah firman Allah ‘Azza wa Jalla,
خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ
“Ambillah rasa maaf, perintahlah dengan yang ma’ruf, dan berpalinglah dari orang-orang jahil.” [Al-A’râf: 199]
Sejumlah ulama mengatakan bahwa
tidak ayat dalam Al-Qur`an yang lebih kompleks menunjukkan akhlak yang mulia
melebihi ayat ini.
Terdapat tiga kaidah dalam ayat
ini, sebagaimana yang Ibnul ‘Araby sebutkan dari ucapan ulama bahwa, “Ayat ini
dengan tiga kalimatnya, telah mencakup kaidah-kaidah syari’at dalam hal-hal
yang diperintah dan hal-hal yang dilarang. Tidak ada suatu kebaikan pun kecuali
telah diterangkan dalam ayat, tiada suatu keutamaan kecuali dijelaskan, dan
tidak ada suatu kemuliaan kecuali telah dibukanya…” [Ahkam Al-Qur`an]
Pertama, firman-Nya, “Ambillah
rasa maaf” mencakup pemberian maaf, menyambung orang yang memutuskan hubungan,
memberi orang yang tidak pernah memberi kepada kita, berlemah lembut, mengambil
akhlak yang termudah dan mencocoki jiwa, merelakan harta yang lebih untuk orang
lain, dan memaklumi kekurangan orang lain.
Kedua, firman-Nya, “Perintahlah
dengan yang ma’ruf” mencakup segala kebaikan dan ketaatan dalam bentuk ucapan
maupun perbuatan, berupa perintah bertauhid, menyampaikan ilmu agama,
menyambung silaturahmi, berbakti kepada orang tua, saling nasihat menasihati,
dan segala hal yang membawa kemashlahatan dunia dan akhirat.
Ketiga, firman-Nya,
“Berpalinglah dari orang-orang jahil” mencakup akhlak bersabar, membalas
kejelekan dengan kebaikan, menghindari orang-orang jahil, dan selainnya. Menurut
Ibnul ‘Araby, apabila kandungan ayat ini diuraikan akan memuat berjilid-jilid
buku.
Perhatikanlah segala hal yang
merupakan akhlak yang mulai, dan jangan haramkan diri kita dari kebaikan dunia
dan akhirat. Aminn…

0 Response to "Renungan dari Ayat-ayat Al-Qur`an [19] !! Sumber Akhlak yang Mulia"
Posting Komentar