Ya Robbi.. Bila Hati ini Jatuh Cinta




cinta mengharukan antara qais dengan laila, yang konon katanya menjadilambang cinta yang suci. akankah semudah itukah kita yakin terlebih lagi ikut bersimpati dan juga berikan apresiasi pada mereka?

jatuh cinta, berjuta rasanya! benarkah? orang yang tengah dilanda asmara bisa jadi bakal lihai bersyair “cintaku padamu seluas angkasa yang biru padamu seluas angkasa yang biru padamu seluas angkasa yang biru rinduku padamu sedalam lautan atlantik, kasih suci seputih melati, ataupun jangankan ke ethopia ke kutub utara saya turut kalian! ! ” suatu perkata yang hiperbol. seseorang penyair mengatakan, “demi allah bukanlah cinta mempesona orang yang dimabuk cinta melainkan dia hendak membelah jiwanya”.


Cinta, sebuah kata singkat yang sangat abstrak dalam kehidupan manusia. Banyak beredar kisah dan cerita yang populer seperti legendaris Romeo dan Juliet.

Cinta mengharukan antara Qais dengan Laila, yang konon katanya jadi lambang cinta yang suci. Semudah itukah kita percaya bahkan turut bersimpati dan memberi apresiasi pada mereka? Padahal mereka tak terikat dalam bingkai syari’at.

Bila hati terlanjur jatuh cinta sebagaimana hadits,

حُبُّكَ الشَّيْءَ يُعْمِي وَيُصِمُّ

“Kecintaan kepada sesuatu bisa membuat buta dan tuli”[1]

Dalam sebuah syair diungkapkan:

Aku tak tahu apakah pesonanya yang memikat atau mungkin akalku yang tak lagi ditempat.

Dalam Al Qur’an juga dijelaskan tentang cinta membara istri Al-Aziz terhadap Yusuf dan kaum Luth yang menyukai anak laki-laki yang tampan.

Pernikahan adalah solusi Islami dalam mengobati cinta membara bila memang memungkinkan dan membawa maslahat bagi keduanya. Namu ketika mereka tak mampu menikah maka tak ada alasan untuk mencintainya lagi. Biarlah si virus merah jambu itu pergi. Yakinlah barang siapa yang meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah maka Allah akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik. Hanya cinta yang menuntun pada kebaikan dan ketaqwaan itulah cinta hakiki.

Cinta dalam koridor pernikahan adalah cinta yang romantis, dewasa lagi berkualitas. Thawus berkata dari Ibnu Abbas, “ Tidak ada yang bisa dilihat ( lebih indah oleh) orang-orang yang saling mencintai seperti halnya pernikahan”. Cinta karena-Nya jauh lebih indah dari cerita orang-orang tentang manisnya cinta ala Romy dan Yuli. Karena itu, jagalah hatimu hanya untuk kekasih sejatimu. Cinta bukan sekedar keindahan yang nampak di mata, namun cinta adalah yang menyatukan hati dan jiwa.


kamu belum sempat terpanah cinta yang penuh racun berbisa? tidak butuh gelisah, bersyukurlah! karna kamu terbebas dari derita lantaran cinta. ia hendak tiba menyapa pada saat sudah datang saatnya. 5 puluh ribu tahun saat sebelum semesta ini tercipta, sudah ditaqdirkannya. dialah pasangan hati, sahabat seperjalanan dalam menjemput diri meniti jejak cinta adam dan juga hawa.

wahai rabbi izinkan hamba - mu buat senantiasa mencintai - mu.


Baca Juga
1. Hanya Dialah yang Selayaknya yang Lebih Engkau Cinta
2. Haqiqat Cinta!! Ketika Cinta Perlu Bukti Nyata
3. Ternyata!! Ada Cinta di Balik Surat Al-Ashr.

0 Response to "Ya Robbi.. Bila Hati ini Jatuh Cinta"

Posting Komentar