Haqiqat Cinta!! Ketika Cinta Perlu Bukti Nyata





Apabila suatu cinta hanyalah suatu perkataan tanpa fakta, maka ketahuilah kalau itu menggambarkan suatu kepalsuan dan juga kebohongan

duhai saudariku, sebaik - baik peluang yang allah ta’ala bagikan kepada manusia merupakan pada saat dia mampu berkumpul di taman - taman surga dunia, dan juga sebaik - baik pembicaraan merupakan ketika kita berbicara tentang cinta.

kalaulah bukan karna cinta, kita tidak akan dapat menikmati dunia ini.

karna cintalah, allah ta’ala menciptakan langit dan juga bumi dan menganugerahkan segala rahmat dan juga kasih sayang - nya.

dan juga karna cinta, kita terlahir dan juga hidup di dunia ini dan bakal dibangkitkan dan juga dikumpulkan di yaumul mahsyar, nanti setelah itu dimasukkan ke surga ataupun neraka.

duhai sahabat… di dunia ini, tiap orang dapat berkata dan juga mengaku cinta.

pada saat kamu mengaku cinta pada orang tua kamu, pastilah orang tua kamu juga menginginkan buktinya. pula terhadap pendamping halal kamu, dia juga tentu memerlukan fakta.

bila suatu cinta cumalah suatu perkataan tanpa fakta, hingga ketahuilah kalau itu menggambarkan suatu kepalsuan dan juga kebohongan, sekalipun kamu berkata “saya mencintainya. aku rela mengarungi lautan, mendaki gunung, menuruni lembah demi cinta aku kepadanya. ” betulkah demikian?

apakah cinta kepada allah dan juga rasul - nya serupa itu pula, dan maukah kita mewujudkannya? bila jawabannya ‘iya’, maka tunggu dulu… karna cinta perlu diuji.


Hasan Al-Bashri –rahimahullāh– berkata: “Banyak manusia yang mengaku cinta maka Allah pun menguji mereka.”

Ibnu Katsir –rahimahullāh– pun menjelaskan hal tersebut ketika menafsirkan firman Allah Ta’ala :

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Katakanlah (wahai Muhammad) : Jika kalian (betul-betul) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni (dosa-dosa) kalian, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran: 31).

Duhai saudariku… Cinta membuat kita tunduk dan patuh, mengikuti segala kemauan orang yang dicintai. Sebagian orang -yang cintanya ternoda, berlumuran dosa- rela melakukan apa saja demi cintanya kepada makhluk, padahal itu bisa menjerumuskannya kepada maksiat bahkan ke dalam lembah kesyirikan. Allah Ta’ala berfirman :

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.” (QS. Al-Baqarah : 165).

Ayat di atas menunjukkan, kita dilarang mencintai selain Allah sebanding dengan cinta kita kepada Allah.

Begitu pun kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, tidak boleh cinta kita terhadap orang tua atau diri kita sendiri setara dengan cinta kepada Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.

Duhai Saudariku, contoh tentang cinta banyak kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, pada suatu malam (sekitar jam 2 atau 3) –ketika Anda sedang enak-enaknya tidur– anak Anda menjerit. Anak itu kesakitan dan entah apa yang menimpanya. Lalu tanpa pikir panjang, Anda pun bergegas membawanya ke rumah sakit tanpa memikirkan kondisi Anda saat itu. Setelah dibawa ke rumah sakit dan anak Anda sudah mulai tenang, Anda pun pulang sekitar jam 4 dan istirahat. Lalu terdengarlah suara Azan. Tetapi apa yang Anda lakukan? Anda merasa lelah hingga menunda-nunda shalat. Nanti aah, capek. Anak saya baru dari rumah sakit. Bisa jadi ucapan tersebutlah yang terlontar.


duhai sahabat, seperti itu barometer cinta. lihatlah kadar cinta kita, apakah cinta kita kepada allah ta’ala lebih besar dibanding kepada makhluk - nya ataupun kebalikannya?

pastinya, cinta kepada allah dan juga rasul - nya merupakan cinta pertama dan paling utama yang harus kita tanamkan, mengalahkan seluruh cinta terlebih lagi cinta terhadap diri kita sendiri.

wallāhu a’lam


Baca juga
1. Ternyata!! Ada Cinta di Balik Surat Al-Ashr.


0 Response to "Haqiqat Cinta!! Ketika Cinta Perlu Bukti Nyata"

Posting Komentar